Sunday, 20 September 2009

Minggu, 20-09-2009

SAYA YANG INGIN JADI PRESIDEN INI HENDAK MENGUCAPKAN 'SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H' BAGI YANG MERAYAKAN :)

Thursday, 27 August 2009

Being proud. :D



Beberapa teman-teman FISIP 2009. ♥

Wednesday, 19 August 2009

FYI

Just in case you are wondering how Kukang is when in action, kayak gini nih...


on Jembatan Teksas, UI.

Tuesday, 18 August 2009

Translasi Judul Film.

Suka kepikiran gak, kata-kata dalam bahasa Inggris kalo dijadiin bahasa Indonesia jadi gak sekeren aslinya? Misalnya, lagu-lagu cinta tuh jadi dangdut banget kalo diterjemahin.

Malam ini gue lagi chat sama Akang Kukang, my best friend as you all know. Berawal dari ini:

adistria:
eh lo tau film orphan?
gue pengen banget ntn itu

kukang:
kalo bhs indonesianya
"YATIM"

Emang dasar anak-anak kuliahan kurang kerjaan, jadilah kita keterusan nerjemahin judul film Hollywood ke bahasa Indonesia. Hasilnya? Absurd...

* The Orphanage > Panti Asuhan (Bayangin posternya gambar rumah tingkat yang catnya udah ngelotok-ngelotok dan papan besar "YAYASAN ABCD");
* The Lord of the Rings > Juragan Cincin;
* Twilight > Maghrib;
* Yes Man > Lelaki Iya;
* Jumper > Pelompat;
*Wanted > Buron (Tampilan poster lengkap dengan reka wajah buronan paling dicari di Indonesia);
* Iron Man > Pria Besi;
dan masih banyak lagi.

Kita juga nerjemahin judul film Indonesia ke bahasa Inggris...

Bangkitnya Ratu Pantai Selatan > The Rise of Southern Sea Lady -_-

Kira-kira gitulah hasil ketidakngapangapainan gue dan Kukang yang produktif (produktif apanya?). Pesan moral yang mau gue sampaikan adalah, kreatiflah sebelum kreatif itu dilarang. I love you full, Readers. XOXO

Monday, 17 August 2009

When I grow up...

When I grow up, I want to graduate from University of Indonesia with flawless grades. I want to achieve outstanding GPA of around 3.75-4.00 and be proud of my self.

When I grow up, I want to be married to a man who sees my imperfections as colors that complete me. Not as things that make me less 'beautiful'.

When I grow up, I want to have 5 kids. If all them are boys, I'd like to name them Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, and Sadewa. If all them are girls, I haven't thought of all 5 names but I want to name one Kirana. I want to be a great mother who can take good care of her kids when they're young and understand them as they become the great people they are becoming.

When I grow up, I want to be a working woman. I want to be a part of the Indonesian governments. To be precise, I wish that someday I'll get the job in the Ministry of National Education.

When I grow up, I want to be just like all of the above.

Sunday, 2 August 2009

HORE! HORE! HORE!

Gue lulus SNMPTN 2009!


from http://snmptn.itb.ac.id/
Yang pertama gue buka, karena dikasih tau Kukang.


from http://snmptn.ui.ac.id/
Yang kedua gue buka, karena mau memastikan lagi.


from http://snmptn.ac.id/
Yang ketiga gue buka, karena masih gak percaya juga.

Ternyata gue beneran berhasil masuk Universitas Indonesia. Akhirnya! Setelah 1 tahun dan 4x tes, gue bisa berhasil juga. Gue dapet FISIP - Antropologi Sosial. Studinya masih perpaduan Psikologi (yaitu pilihan pertama gue, gak tembus) dan Sosiologi (pertimbangan awal buat SNMPTN ini). Pas deh ya, sesuai yang gue mau.

Ini gue pake jaket kuning. Woohoo!

*edited* Akhirnya, MY VERY OWN YELLOW JACKET :)

Selamat ya, buat yang diterima di PTN terpilih lewat SNMPTN 2009 juga, termasuk salah satu follower blog gue Ardhin yang berhasil 'sampe' ke ITB. :D

Thursday, 30 July 2009

Liburan gue sejauh ini sih ya ...

NGEBOSENIN
Eits! Gue ada posting-an WOW setelah ini...

Friday, 3 July 2009

Debat Capres Final.

Debat capres semalam, I gotta say it was cool.

Ibu Megawati gagal total 'menyihir' penghuni rumah gue gara-gara pernyataan "Indonesia terletak diantara 2 benua, Australia dan Amerika" dan selalu bicara terlalu luas melewati waktu yang ditentukan. Pak SBY mantap banget dengan pernyataan "Kesatuan NKRI adalah harga mati" dan cara bicaranya yang bijak & santun. Pak JK semangatnya bener-bener luar biasa ditambah pernyataan "Saya akan pulang kampung" dengat tawa yang segar saat ditanya gimana kalo gak terpilih.

Jujur, gue jadi bingung mau pilih siapa: SBY atau JK? Karena dua-duanya meyakinkan. Tapi gue juga masih bertanya-tanya, apa iya program-program yang mereka janjikan bakal berjalan?

Siapapun yang terpilih, semoga jadi yang terbaik untuk Indonesia.

Tuesday, 30 June 2009

Harapanku dan seorang pembaca setia blog-ku.

Judulnya jijay. I know. Mengingatkan gue pada novel-novel 90-an yang covernya gambar mbak-mbak berbaju transparan megangin bunga mawar.

First of all, sepertinya niatan mulia bahwa bulan ini gue bakalan banyak nge-blogpost lagi turns out to be a big ZONK. Gagal sudah niat gue kembali autis bulan ini.

Let's get to the much more important things to share.

LIBUR! Yeah. Walaupun UAS gue hancur sehancur-hancurnya, liburan tetep liburan. Though, ada kelas-kelas SP seminggu 2x. Hanya 4 SKS, gak masalah. Liburan gue tetep terasa utuh. Terus, besok dan lusa gue ada SNMPTN. Mimpi harus tetap dikejar. SNMPTN ini gue berjuang bersama pembaca blog gue yang sangat setia, Ardhin. Good luck, Dhin.

Rencana liburan minggu ini, gue mau ketemu sama Ardhin. So, we made a simple plan.

Gue dan Ardhin.
Gue ajak si Kukang, temen gue seorang blogger yang blognya juga dibaca sama si Ardhin. Ardhin ajak temennya, Ipeh, pembaca blog gue juga. Siapa sangka, Ipeh ternyata adalah teman dekat Yudhit. Iya, Yudhit. Adik kandung penulis kecintaan gue, Raditya Dika. Kalo rantai ajak-mengajak ini dilanjutin, bisa gak ya Yudhit ngajak abangnya? HA-HA-HA.

Udah ah, gue mau ke kampus dulu ngurusin urusan-urusan yang belum selesai. Enjoy your holidays, people!

Tuesday, 2 June 2009

The 'Nguping-Jakarta' Moment

Oke, 1st of all, gue gak ada maksud buat ngecopycat ngupingjakarta.blogspot.com...
Tapi secara ini tidak terjadi di Jakarta (rumah gue di Tangerang) dan kemungkinan dimuat di ngupingjakarta.blogspot.com sangatlah kecil, jadi gue post di blog pribadi aja. :D

One day, gue dan sahabat gue, Ruby Respati, lagi ngobrol di online messenger.

Ruby: Dis! Gue mulai exercise lagi loh!
Adis: Wih, cie Ruby...
Ruby: Iya ini aja lagi sweety banget
Adis: ?
Ruby: SWEATY, Dis! Hahaha. Sweety, apaan coba gue...

Well, long story short, gue pun tertawa di depan laptop gue.
By the way, I miss you, By. Hehehehe.

Memang Sebaiknya Diisi Kegiatan Yang Berguna, Kayak Ekskul Gitu...

Ini dia kisah yang ditunggu-tunggu! Mohon maaf ya, ni cerita emang udah gak aptudet. Soalnya gue baru ber-blogging ria lagi sekarang.

Beberapa minggu yang lalu, gue lagi jalan kaki keluar dari kampus gue. Mau pulang. Kebetulan buat keluar ke jalan besar, gue harus ngelewatin semacam tempat nongkrong anak-anak kampus gue kalo lagi gak ada kelas.

Tumben, kok lagi rame banget. Sampe berkerumun gitu. Gue pikir, pasti ada yang fantastis bombastis nih.

Taunya...

Para mahasiswa yang berkerumun itu lagi pada godain banci. Dan si banci, alih-alih ngomong "emang eike banci apaan bookk" biar gak digodain, eh dia malah seneng.

Gue pun terpaku ngeliatnya.

Dan sekarang, gue speechless nyeritainnya.

Monday, 1 June 2009

Ada Apa dengan April?

YELLO! Entah ya para pembaca sekalian (yang sepertinya gak lebih dari 5-7 orang) nyadar atau enggak, betapa gak produktifnya gue bulan April kemarin. Otak gue lagi buntu sebuntu-buntunya buntu.

Kasihan otak gue.

Jadi rencananya, Juni ini gue akan mulai aktif lagi. Yeah!
Tunggu postingan-postingan bergengsi dari aku ya, langsung dari laptopku!

Don't rely on it just yet. Itu baru sebatas rencana.
(Bener-bener gak bermutu deh.)

Monday, 27 April 2009

eko·no·mi

Cita-cita gue adalah menjadi seorang Presiden. Iya, Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gak tau deh tuh berapa taun lagi bakal kesampean *tertawa*. Yang pasti, by the time I got elected someday, I have to be ready.

Gak jarang gue mikirin cara-cara memperbaiki keadaan negara ini. Misalnya, gimana cara menambal retak pada badan pemerintahan yang udah membuat negara ini ikut rapuh, atau gimana sebaiknya sistem pendidikan di Indonesia disusun supaya bisa mengasah dan mendidik para tunas bangsa agar menjadi insan yang lebih produktif di masa mendatang, atau gimana caranya memperbaiki kondisi perekonomian dari rantai yang udah mengikat Indonesia di pagar krisis selama bertahun-tahun.

Caelah, bahasa gue. Udah cocok belum tuh jadi Presiden?

Ekonomi, salah satu yang paling sering gue pikirin. Yah, biarpun dengan kesotoyan dan segala keterbatasan gue di bidang ekonomi, tapi gue sering wondering tentang perekonomian negara kita tercinta ini.

Barusan gue baca di kas**s, sebuah thread berisi tulisan seorang Andy F Noya (itu loh, host acara Kick Andy di Metro TV) dan disitu disebut sepintas tentang nilai uang jaman dia masih muda.

Tahun 1970an, 1 kaca spion mobil hanya seharga Rp 2000. Saat itu, duit segitu udah terhitung banyak. Sekarang, Rp 2000 bisa beli apa? Paling kerupuk udang 2 bungkus buat temen makan nasi goreng. Sama sekali gak ada apa-apanya dibanding kaca spion mobil.

Tahun 1990an, dengan uang Rp 500 udah bisa beli seporsi gado-gado, pake lontong lagi! Bayangin, betapa duit 500 perak bisa bikin perut kenyang. Sekarang, Rp 500 mungkin cuma bisa beli aqua gelas, atau teh tawar di warung makan pinggir jalan. Boro-boro gado-gado, buat beli minum juga dehidrasi gak dijamin bisa ilang.

Coba kita tengok lebih dekat tentang keadaan ekonomi hari ini...

Untuk bisa makan kenyang, di kantin kampus atau warteg mungkin cuma butuh sekitar Rp 10,000-Rp 20,000, sementara di mal atau restoran-restoran yang lebih besar butuh sekitar Rp 30,000- >Rp 100,000.

Contoh simpelnya sih gitu aja.

Yang bikin gue penasaran, apa gak bisa kita pake sistem kayak gunting Syafrudin gitu, biar nilai uang gak terlalu besar? Atau apa itu malah bisa membawa kerugian tersendiri bagi negara dalam jangka panjang?

I do need to hear what you think. Feel free to comment! (:

Monday, 6 April 2009

A Love Talk On A Rainbow Afternoon.

Gue sering mikir, kenapa (bagi sebagian besar orang) kalo orang mau pacaran harus pake tembak-tembakan segala? Ya, kenapa harus diminta untuk jadi pacar. Padahal menurut gue, you don't ask for love. Love flows. And all you need to do is: to go with it. It'll lead you somewhere eventually.

Well, at first I even thought, love has no reason.

Apa perlu menjabarkan segunung alasan kenapa lo mencintai orang lain?
Even more confusing for me, apa perlu punya alasan untuk mencintai orang lain?

Gue jatuh cinta sama seseorang. After all this time,
sangat sulit bagi gue untuk ngasih 1 aja alasan untuk menjawab: kenapa gue bisa jatuh cinta sama dia?

oh and again, after all this time, why can't i stop?

Kemarin sore, gue melihat pelangi. Bagus banget. Udah 10 taun gue ga liat pelangi. Dan walaupun itu cuma ilusi, gue sangat menikmati pemandangannya. Tapi kok.. the more I focus on the rainbow, the harder I can see it. Dan setelah 10 taun, gue baru sadar tentang itu. I love looking at the rainbow. Tapi 10 taun yg lalu, gue ga benar-benar memantek pandangan gue ke pelangi ini.

Gue cuma...

Menikmati pemandangannya. Wonderful. Charming.

I can finally understand, love is just like a rainbow.
That even after the worst rain, when the sun come shines, there it is: rainbow. Such beautiful illusion. Something you can't touch, something you can't reach, only something that makes you feel better. Something colorful that you can see through. Something so great that can always comforts you.

I realize, that love does happen for a reason,
but I don't need to have a reason to enjoy its wonder.

Wednesday, 25 March 2009

My Own Thought: Hmsxuals.

Sebelum mulai baca, pertama-tama gue minta untuk semua pembaca blog gue mari kesampingkan sudut pandang religius sejenak dan tinggalin dulu mind-set konservatif kalian... gue butuh kalian berpikiran luas untuk blog post gue yang ini...

Udah? Thank you!

Hal yang selalu gue kerjakan kalo liburan dan ga ada kerjaan adalah cyberly hanging out di salah satu komunitas online indonesia yang namanya kas**s. Kemarin gue nemuin thread yang, menurut gue, menarik banget.

Di thread itu, ada foto sepasang gay yang populer di china. Dulu, masalah-masalah homosexuality gini bagi gue adalah satu topik yang 'ewwy'. Tapi sekarang, gue gak menemukan alasan kenapa gue harus merasa begitu. I mean, namanya juga cinta. Kenapa harus ada yang dipertanyakan. Ya nggak? Dan lagian, pasangan gay ini (gue gak tau namanya siapa) keliatannya romantis banget. Wow. Gue sampe iri.

Dan ini adalah kali pertama gue iri liat orang gay.

Mereka keliatan tulus banget ngejalanin hubungan itu. Kayaknya, they're so truly madly deeply in love with each other. Bahkan dihubungan yang 'straight' sekalipun, gue pikir pasti jarang bisa ngeliat yang seromantis mereka. Jadi, gue berpikir untuk post reply disitu. Just to let other people who also read that thread know how amazed I am about them.

Sisi yang gue lihat menarik dari thread ini adalah, komentar-komentar pembaca lainnya. Nulis reply, otomatis gue baca komentar orang lain dan gue pikir... ADUH. Kok gini? gue melihat disitu, betapa egoisnya kebanyakan orang.

Sekali lagi, gue minta tolong banget, jangan lihat dari sudut pandang yang sempit. Ini juga cuma sudut pandang gue pribadi.

Ada yang komentar, isinya kira-kira tentang kasian banget orang tuanya 2 orang pasangan gay ini. "Pasti sedih anaknya gay". Gitu kalo ga salah.

HEY! WAKE UP, YOU!

Gue pikir, dia tau apa sampe bisa bilang kyk gitu? Emang dia tau orang tuanya gimana? Siapa tau orang tuanya tipe yang accepting.

And even annoys me most, who are you to judge?

Okay okay... gue tau apa yang lo pikir...
a man should be paired to a woman, right? Not to the same sex?

Tapi menurut gue sih, coba dipikir, apa yang kita lakuin itu bukan sekedar physically tapi psychologically juga kan. Apa yang ada di dalam cenderung berpengaruh lebih. Bukan masalah dia cowo sama cowo atau cewek sama cewek, kan? What matters is, for me, adalah kenyamanan dia. Kalau dia lebih nyaman sama yang sesama jenis, is that a problem?

I don't think so.

Bukannya menurut gue mereka yang kontra ga berhak berpendapat,
Tapi at least ga perlu sampe memojokkan. Gitu. Kalau kebanyakan orang terlalu egois buat berhenti mikir bahwa dunia ini sekedar seperti yang ada dipikiran mereka aja, terus gimana dengan hak individu yang berpikiran lain?

Sunday, 22 March 2009

Sedikit Tentang Judul

Atas request salah satu pembaca setia gue, Ardhin,
gue akan ngebahas sepintas soal judul blog gue...

Cita-cita: Presiden

Hmm... judul ini gue ambil secara random. Asal aja, iseng pada saat itu. Tapi itu beneran cita-cita gue. Kenapa? Karena terlalu banyak ide dikepala gue untuk negara ini (caelah!). Mulai dari penghematan pengeluaran negara sampe naikin gaji tukang sapu jalanan.

Nah, sedikit aja. Kalau suatu saat nanti gue berhasil jadi calon presiden, dukung gue. Yeah! Woohoo! Oye!

My Movie Mates!

Salah satu hobi gue saat gak ada kerjaan adalah: nonton film.
Entah di bioskop, DVD, or elsewhere.

But a movie is never good enough for me without my
dearest movie gang. In this post, I'll show them to you...


Ruby
5 words to describe Ruby: chubby, deep, kind, friendly, funny.


Didit a.k.a Kukang
5 words to describe Kukang: dependable, fun, random, calm, smart.
PS: Ini foto katepe.


Diandra & Alman (Iya, mereka pacaran)
5 words to describe Diandra: bossy, neat, wise, smart, workaholic.
5 words to describe Alman: mature, silly, friendly, patient, confident.


Demikian hasil iseng gue.
Maaf ya teman-teman, fotonya gue publikasikan.

Wednesday, 18 March 2009

Nyokap.

Nyokap gue adalah seorang yang berlebihan.
Apa-apa dilebih-lebihin. Ngerti maksud gua?
Oke, sini gue kasih contoh...

Mama (M) dan Adis (A)

A: Ma, aku pengen belajar main musik dong.
M: Mau belajar alat musik apaan?
A: Biola...
M: EH JANGAN! NANTI LEHER KAMU BENGKOK!


Well, I you anyway, Mom. (:

Seleksi Masuk Universitas Indonesia, Atau Bahasa Ngetrennya: SIMAK-UI

Tanggal 1 Maret 2009, gue baru aja ikut tes SIMAK-UI. Ini percobaan kedua gue dalam rangka menggapai mimpi kuliah di UI. Yup, taun lalu gue udah gagal.

Yaiyalah goblok aja ikut SNMPTN 2008 pilihannya Ilmu Hubungan Internasional sama Sastra Inggris, yang jelas-jelas masing-masing sisa 10 bangku, dan jelas gue gak sepinter itu buat bisa nyerobot yang 10 bangku itu. Oh, iya. Sehari sebelumnya gue gak tidur 30 jam akibat panik.

Bodoh.

Dengan penuh percaya diri dan setelah dibujuk-bujuk kakak gue untuk coba lagi, kali ini gue optimis ikutan SIMAK-UI dengan pilihan Psikologi dan Kriminologi.

Hari itu gue dianter 2 orang sahabat gue, Kukang dan Ruby (yang mana terus-terusan nyuruh gue gak usah belajar dan cukup sekedar depending on my luck. Mentang-mentang udah diterima lewat SNMPTN taun lalu...). Tapi kali ini, gue cukup yakin kalau gue bakalan bisa sukses ses ses. Berbekal kotak pensil dan kartu ujian, gue melangkah masuk ke ruang ujian.

Rasanya agak horor ya, harus ngelewatin hal yang sama lagi, rasa panik yang sama lagi, deg-degan yang sama lagi, kayak taun lalu. Bedanya kali ini gue sendiri. Gak ada temen satu sekolah yang tes bareng gue. Harapan nyontek udah gue coret dari dalem hati.

Gue ngintip halaman pertama: Matematika Dasar.
Mampus gue. Gue gak ngerti apa-apaan! Masa belajar gue selama ini gak berbuah hasil sih? Tapi dengan niat dan tekad yang berapi-api, gue tetap semangat cari soal yang kira-kira gampang. Akhirnya, jatuhlah pilihan gue pada soal materi matriks. Setelah mengucap "alhamdulillah" karena berasumsi tuh soal bakalan mudah, hati gue dipatahkan lagi sama fakta bahwa itu soal ribetnya naujubilah. Kecewa.

Tapi kekecewaan ini gak bertahan lama. Gue langsung berusaha ngerjain soal yang gue gak ngerti itu.

15 menit. Wow, 1 soal belum selesai, udah abis 15 menit. Gue pikir, gue kerjain yang lain dulu aja. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris... setengah jam kemudian gue kembali berkutat dengan si soal matriks. Sepertinya pelajaran SMA emang udah gak nyantol-nyantol amat lagi diotak gue, atau emang soalnya yang susah yah? Setelah beberapa menit ngetok-ngetok pensil ke meja, pertanda mikir, FINALLY! Gue dapet pencerahan!

Gue mulai bisa ngerjain soal itu. Wah, asoi juga nih. 10 menit, ternyata jawabannya muter-muter banget sampe akhirnya gue pause lagi buat menengok soal MatDas lainnya. Untungnya, ternyata gue bisa ngerjain 7 soal (selain soal matriks). Diliat-liat, banyak juga yang gue bisa. Gak kayak MatDas taun lalu, ngerjain 4 salah 3. Gak ngaruh abis.

Sekitar 10 menit sebelum waktunya selesai, gue berhasil ngerjain 8 soal, soal ke-8 adalah si soal matriks. Merasa kurang puas, gue ngeliat lagi soal yang lain. Hmm, ini sih belum setengahnya. Target gue, dari 20 soal ya 10 gue kerjain lah. Eh, emang jodoh gak kemana, orang yang duduk di depan gue ngangkat kertasnya dan gue bisa liat jawabannya. Yeah! Yang dia isi, justru soal yang belum gue isi. Pas banget ada 2 soal.

Gue selesai ngisi 10 soal MatDas, sesuai target.
Dan si orang di depan gue sempat ngajak gue ngobrol...
Dia: Halo, gue Icha.
Gue: Hai, gue Adis. Eh, Cha, tadi gue nyontek lo dikit gak pa-pa ya. Hehehe.

Si Icha cuma tersenyum. Mungkin dia pikir, "Buset deh ni orang. Baru kenal udah ngaku barusan nyontek gua". Ya, biarin lah. Yang penting akrab dan jadi ada temen ke kantin pas istirahat.

Gue merasa cukup puas dengan pekerjaan gue. Semoga aja yang gue kerjain banyak benernya. Gue tersenyum, berusaha buat gak merasa sombong, padahal dalem hati riang. Tapi senyum itu rusak saat gue inget... GUE BELUM NULIS KODE NASKAH SOAL. Mampus. Dikoreksi kaga tuh ya jawaban gue.

Putus asa. Gue pun cuma bisa nurut sama kata Kukang dan Ruby, "Hari ini, lo cukup bergantung sama 1 hal aja, Dis: Hoki."
Pendapat yang tadinya gue tolak mentah-mentah.
Kalau dipikir ternyata ada benernya juga.
Faktor hoki juga berpengaruh.


Kukang gak pernah belajar sebelum SNMPTN, tapi diterima.
Ruby juga gitu, di tempat les cuma numpang main doang.

Tapi gue gak boleh songong. Nanti gue pupus lagi, dan judul kehidupan gue akan berganti jadi macam judul sinetron religi yang lebay: "Karma Seorang Siswi Takabur". Apalagi setelah itu, soal IPS-nya malah ternyata lebih susah dari kemampuan dasar. Makin down.

Sekarang, tiap ada orang yang nanya sama gue tentang tesnya, gue cuma bisa jawab... "Yah, gitu lah. Doain gue hoki ya. Wish me luck!"

Yea, my reader. Please wish me luck. I need loads of it. (:

Sunday, 15 March 2009

Pilek Membuat Daya Pikir Normal Gue Menurun Drastis.

Dini hari ini, akhirnya gue ngobrol lagi sama Kukang, seorang sahabat terdekat gue, yang udah beberapa hari jadi gak asik banget gara-gara sibuk belajar Psikologi Faal (atau bahasa Inggrisnya biar keren: The Biological View of Psychology) buat UTS-nya hari Senin depan.

Kesibukan Kukang belajar akhir-akhir ini dan pilek yang lagi gue derita kelihatannya udah bikin tingkat kewarasan kita makin menurun. Chat di MSN pun malah nyambung ngomongin ingus.

Eh, tunggu.

Oke, let me set this straight. Cuma gue yang tingkat kewarasannya menurun. Kukang mah emang udah begitu dari sananya.

Begini ceritanya... *flash back*


adistria:
ingus berandal

kukang:

woh..
ingusnya ada di depan rumah
itu beranda

adistria:
-_-
serem abis
gue ngebayangin ada sebentuk ingus di beranda rumah gue, ngetok2 pengen bertamu

kukang:
*clok-clok-clok* "Asalamualaikuum.."

adistria:
"waalaikum salam.. eh, ngus! lama ga ketemu ya!"

Dan lanjutannya... gue yakin para pembaca sekalian ga mau tau seautis apa gue dan Kukang beraksi barusan.