Showing posts with label curhats. Show all posts
Showing posts with label curhats. Show all posts

Monday, 17 August 2009

When I grow up...

When I grow up, I want to graduate from University of Indonesia with flawless grades. I want to achieve outstanding GPA of around 3.75-4.00 and be proud of my self.

When I grow up, I want to be married to a man who sees my imperfections as colors that complete me. Not as things that make me less 'beautiful'.

When I grow up, I want to have 5 kids. If all them are boys, I'd like to name them Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, and Sadewa. If all them are girls, I haven't thought of all 5 names but I want to name one Kirana. I want to be a great mother who can take good care of her kids when they're young and understand them as they become the great people they are becoming.

When I grow up, I want to be a working woman. I want to be a part of the Indonesian governments. To be precise, I wish that someday I'll get the job in the Ministry of National Education.

When I grow up, I want to be just like all of the above.

Sunday, 2 August 2009

HORE! HORE! HORE!

Gue lulus SNMPTN 2009!


from http://snmptn.itb.ac.id/
Yang pertama gue buka, karena dikasih tau Kukang.


from http://snmptn.ui.ac.id/
Yang kedua gue buka, karena mau memastikan lagi.


from http://snmptn.ac.id/
Yang ketiga gue buka, karena masih gak percaya juga.

Ternyata gue beneran berhasil masuk Universitas Indonesia. Akhirnya! Setelah 1 tahun dan 4x tes, gue bisa berhasil juga. Gue dapet FISIP - Antropologi Sosial. Studinya masih perpaduan Psikologi (yaitu pilihan pertama gue, gak tembus) dan Sosiologi (pertimbangan awal buat SNMPTN ini). Pas deh ya, sesuai yang gue mau.

Ini gue pake jaket kuning. Woohoo!

*edited* Akhirnya, MY VERY OWN YELLOW JACKET :)

Selamat ya, buat yang diterima di PTN terpilih lewat SNMPTN 2009 juga, termasuk salah satu follower blog gue Ardhin yang berhasil 'sampe' ke ITB. :D

Friday, 13 March 2009

Curhat Gue & Kennedy Tentang Hujan, Taksi Yang Banjir, Dan Dilema Ojek Yang Cuma Ada Satu (Part 2)

Continued...

Masih Siang
Hujannya reda juga. Gue dan temen gue, Kennedy, akhirnya berhasil naik angkot lagi tanpa terkesan baru abis mandi di tengah jalan. Rencananya, naik angkot lanjut ke halte busway. Tak kusangka tak kuduga, begitu naik angkot, hujannya mulai lagi. Dan makin deras aja. Gue dan Kennedy pun turun buat berteduh lagi. Udah setengah jam, the rain is only getting worse. Terlalu lama, akhirnya gue dan Kennedy susah payah neriakin supir taksi diseberang jalan. Kok, taksinya gak dateng-dateng ya? Oh, itu bukan supirnya deng. Itu tukang parkir. Supirnya di dalem warteg lagi makan. Setelah si supir puas dan kenyang, usaha gue dan Kennedy pun berbuah hasil.

Astaga. Dalem taksinya banjir.

Yaa, yang penting gak keujanan dan bisa cepet sampai.
Or at least, to be there soon is what we hope for in the
next hours.
1:30, dijalan...
2:00, dijalan...
3:00, dijalan...
Macet banget lagi nih, hujan.

Sore
3:30, dijalan...
Gue pun ketiduran saking muaknya sama lalu lintas jalanan.
3:45, dijalan...
Gue kebangun, tapi ketiduran lagi karena ternyata baru gerak
beberapa meter dari sebelumnya.
4:15
Gue kebangun lagi. YAAMPUN! Masa masih disini?

Si supir taksi jadinya ngambil jalan pintas, ngharepnya sih biar bebas macet. It turns out, macetnya sama parahnya. Hasil putar otak gue & Kennedy, kita memutuskan buat naik ojek aja. Begitu nemu pangkalan ojek, taunyaaa ojek cuma tersisa 1! Yaudahlah, ber-3 lah kita naik ojek. Si abang, Kennedy, dan gue paling belakang.

Cerita di ojek ini puanjang! Sempet lewat jalan tikus, taunya banjir sampe dada. Mau puter balik, it's either gue & Kennedy berenang atau si abang ojek yang berusaha susah payah muterin motornya ke jalan awal. Yaa, kalian pasti udah tau pilihan mana yang diambil. Belum lagi the misfortune yang dirasain Kennedy, karena si abang ojek takut ada polisi, akhirnya Kennedy turun dulu, sekitar 20 meter dari PIM. Kennedy pun jalan kaki. Belum jauh dari tempat Kennedy turun, tiba-tiba, si abang berhenti dan bilang ke gue "Dek, bannya kempes..."

Buset! Untung udah deket!

Long story short, kira-kira 20 menit kemudian (terhitung sejak naik ojek) gue & Kennedy sampe juga di PIM. Tapi gue gak jadi ketemu Kukang karena dia ada urusan mendadak di kampusnya. Sementara Kennedy ada janji sama teman lama. Akhirnya gue ke tempat les gue disana, cuma numpang nangis ke 5 orang berbeda, terus pulang.

Pembelajaran: kalau hujan deras, berarti arteri banjir. kalau arteri banjir, mobil susah untuk lewat. kalau mobil susah untuk lewat, berarti udah dijamin macet berat. Final conclusion, kalau hujan jalanan macet. Jadi mending gak usah buru-buru pulang.

Curhat Gue & Kennedy Tentang Hujan, Taksi Yang Banjir, Dan Dilema Ojek Yang Cuma Ada Satu (Part 1)

Semester 2 perkuliahan gue saat ini, gue dapet kuliah pagi hari Kamis yang berarti pulang cepat tapi berangkat pagi-pagi buta. Gue berangkat bersama orang-orang yang lagi jalan ke masjid buat sholat subuh berjamaah.

Yea, well... hari itu emang bukan hari yang menyenangkan buat gue. It began rough and ended the same way. Semalam sebelumnya, bokap-nyokap gue baru abis menasihati gue soal IP semester 1 gue yang cuma 2,00 akibat sebuah D diikuti satu E. Sial. Dan even di 2 mata kuliah itu sekitar 3/4 mahasiswa kelas gue ngulang semua, bokap-nyokap gue ternyata gak peduli dan memutuskan untuk tetap bikin gue tertekan.

Alhasil, si teman lama bernama 'badmood' pun terus-terusan ngintilin sampe pagi. Siang. Sore. Malem lagi. Intinya seharian itu gue bete gak berhenti-berhenti.

Pagi
Gue bangun terlambat. Harusnya jam 5 udah berangkat, jam 6 gue masih mesra memeluk guling. I love you, ling. Akhirnya gue berangkat jam 7 yang mana SUPER DUPER TELAT lah ya. Secara kuliah gue jam setengah 8. And it takes at least 1 hour from my house to campus. Beruntung, gue sampe kampus jam 8 lebih dikit. Yah, setengah jam gak akan bikin dosen gue ngamuk sih kayaknya. Ternyata, kelas hari itu DITIADAKAN.

Terima kasih ya, Pak, udah bikin saya buru-buru pergi sampe hampir nekat gak mandi pagi. Taunya Bapak malah gak ada.

Siang
Akhirnya, setelah kelas kedua hari itu, jam 11 bisa pulang dan gue finally merasa lumayan relieved juga. Gue memutuskan buat ke PIM, tadinya mau ketemu Kukang. Ketemu dia kayaknya bisa jadi obat buat mood gue yang udah terlanjur rusak. Kebetulan, seorang teman sekelas gue juga mau ke PIM. Kita pun memutuskan buat ke PIM naik bus TransJakarta, sekalian nyoba koridor yang baru dibuka. Tiba-tiba, di luar hujan deras. Celana dan rambut total basah. Terpaksa kita neduh di warnet terdekat. Diluar hujan deras banget. Angkot-angkot sampe berhenti, saking derasnya hujan diluar, bikin jalanan jadi padat.

To be continued...

Sesi Curhat Bersama Ekki (25-12-2008)

Photobucket
Sial, lo berhasil memancing obrolan macam ini, Ki.